TULUNGAGUNG – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Campurdarat dr. Karneni, Kabupaten Tulungagung, mengoptimalkan pemanfaatan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pengadaan alat kesehatan.
Pemanfaatan anggaran tersebut menjadi salah satu langkah untuk menunjang kesiapan sarana dan prasarana medis di rumah sakit, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien. Ketersediaan alat kesehatan yang memadai diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam melakukan pemantauan kondisi pasien serta mendukung pelaksanaan tindakan medis sesuai kebutuhan pelayanan.
Berdasarkan perencanaan pengadaan yang telah direalisasikan, RSUD Campurdarat dr. Karneni telah memperoleh dua jenis alat kesehatan, yakni satu unit patient monitor dan empat unit infus pump.
Patient monitor merupakan alat medis yang digunakan untuk memantau parameter vital pasien sesuai spesifikasi perangkat, seperti denyut jantung, tekanan darah, dan saturasi oksigen. Keberadaan alat ini diharapkan dapat mendukung tenaga kesehatan dalam mengamati perkembangan kondisi pasien secara lebih terukur.
Sementara itu, infus pump merupakan perangkat medis yang berfungsi membantu pemberian cairan atau obat melalui infus dengan pengaturan laju pemberian sesuai kebutuhan dan instruksi tenaga medis. Penggunaan perangkat tersebut diharapkan dapat menunjang ketepatan pemberian terapi serta mendukung keselamatan pasien.
Meski pengadaan kedua jenis alat kesehatan tersebut telah diperoleh, proses penyelesaian kegiatan masih berjalan.
Hingga saat ini, perangkat tersebut belum sampai pada tahap uji fungsi. Oleh karena itu, penyelesaian administrasi pengadaan juga masih belum sepenuhnya tuntas.
Tahapan uji fungsi menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa alat kesehatan dapat bekerja sesuai spesifikasi dan peruntukannya sebelum digunakan dalam pelayanan medis. Selain itu, penyelesaian dokumen administrasi merupakan bagian dari tata kelola pengadaan yang harus dipenuhi agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
Dengan demikian, proses pengadaan tidak hanya berorientasi pada tersedianya barang, tetapi juga mencakup pemenuhan persyaratan teknis dan administratif sebelum alat dinyatakan siap digunakan. Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Melalui dukungan alokasi DBHCHT Tahun 2026, RSUD Campurdarat dr. Karneni diharapkan dapat terus memperkuat fasilitas pelayanan medis secara bertahap sesuai kebutuhan rumah sakit dan ketentuan yang berlaku.
Optimalisasi anggaran tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan dukungan peralatan medis yang memadai serta proses pengadaan yang dilaksanakan sesuai prosedur, rumah sakit diharapkan semakin siap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Ke depan, penyelesaian tahapan uji fungsi dan administrasi pengadaan menjadi bagian penting yang perlu dituntaskan agar alat kesehatan yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Dengan demikian, tujuan penggunaan anggaran DBHCHT untuk mendukung peningkatan fasilitas kesehatan dapat diwujudkan secara optimal, dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik.
0 Comments