Tulungagung, 20 April 2026 – Sebuah insiden mengejutkan terjadi dalam program pemenuhan gizi untuk ibu hamil dan balita yang dikelola oleh SPPG B3 Bulusari di bawah naungan Yayasan Mutiara Selatan, Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Warga penerima bantuan melaporkan menemukan potongan kain serbet yang awalnya disangka jamur dalam menu makanan yang disalurkan.
Menurut keterangan sejumlah ibu hamil dan orang tua balita yang menjadi sasaran program, kejadian ini terjadi saat mereka menyantap makanan yang disediakan. Awalnya, benda asing tersebut dianggap sebagai bagian dari bahan makanan, tepatnya jamur yang biasa diolah dalam menu harian. Namun setelah dikunyah, teksturnya yang kasar dan tidak dapat dimakan membuat mereka curiga. Saat diperiksa lebih lanjut, ternyata benda tersebut adalah potongan kain lap atau serbet.
"Kami kira itu jamur, warnanya mirip dan tercampur di dalam kuah. Pas dimakan rasanya aneh, ternyata kain. Kami kaget sekali, ini untuk anak-anak dan ibu hamil yang butuh gizi baik," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (20/4).
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Mereka menilai pihak pengelola, dalam hal ini Yayasan Mutiara Selatan beserta SPPG B3 Bulusari, dinilai kurang teliti dan lalai dalam proses pengolahan hingga pengecekan kualitas makanan. Padahal, program ini bertujuan khusus untuk memastikan kecukupan gizi bagi kelompok rentan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yayasan belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut. Warga berharap ada penjelasan yang jelas dan perbaikan sistem pengolahan serta pengawasan agar hal serupa tidak terulang kembali, mengingat dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan ibu hamil dan balita.
Pihak terkait seperti Dinas Kesehatan dan instansi pembina program juga diharapkan turun tangan melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh. (achonk)
0 Comments